Gunung Papandayan

Cinta Baru di Danau Baru

Oktober 7, 2015
Blog

Selamat datang di Kabupaten Garut! Lebih tepatnya kami sedang berada di Gunung Papandayan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Jawa Barat. Setelah melewati perjalanan panjang, akhirnya segala kelelahan terbayar oleh pemandangan yang ada di depan mata. Kemegahan gunung Papandayan terhampar setelah kabut yang sebelumnya menutupi kemudian perlahan mulai menghilang.

Melakukan camping di Gunung Papandayan akan menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan, terlebih lagi saat menanti moment-moment munculnya matahari. Disini kalian bisa memilih spot-spot terbuka untuk mengambil foto sunrise. Matahari akan muncul dari arah Gunung Cikuray yang ada di Timur Papandayan.

Kalau sudah puas hunting sunrisenya, pastikan perut terisi sebelum mulai perjalanan, buat tenaga. Jalur awal pendakian kita akan melewati medan yang berkerikil-berbatu dengan aroma khas belerang.

Gunung Papandayan Garut
Gunung Papandayan Garut

Semakin dekat dengan kawah, suara rebusan air dalam jumlah besar yang bergolak akan semakin terdengar, bau belerang akan semakin tercium. Ada dua kawah utama disini, yaitu kawah balagadama dan kawah mas. Yang paling besar adalah Kawah Mas. Di sepanjang jalur ini, kita akan melintasi kawah-kawah kecil yang mendesis, tanah dan batuaannya berwarna kuning kehijauan, bekas belerang yang tersedimentasi.

Mata hati siapa yang tak terbelalak melihat apa yang ada dibalik asap tebal Kawah Mas ini. Tersembunyi danau yang sangat indah. Danau dengan air nya yang selalu tampak serasi dengan tanah berpasir keputihan. Untuk kesana, kita harus menembus asap kawah mas ini. Tak semua orang yang ke papandayan ini pernah kesana. Bagaimana bisa kita melewati asap tebal menghentikan nafas kurang lebih satu menit untuk menembusnya. Keamanan nomer satu, daripada terjadi hal yang tak diinginkan dengan melihat danau dari kejauhan saja sudah sangat memuaskan hati.

Tapi danau baru ini benar-benar membuat siapa saja yang melihatnya akan jatuh hati. Air danau kawah baru bertemperatur 20,2 derajat Celsius pada gunungapi berketinggian 2.665 mdpl tersebut, selama ini berwarna coklat namun bisa berubah menjadi warna hijau, abu-abu maupun warna telur asin. Adanya pengaruh kandungan unsur kimia dari dalam perut bumi inilah yang menyebabkan warna di danau ini kerap berubah-ubah, dalam kurun waktu sekitar tiga minggu sekali. Sangat begitu indah.

Gunung Papandayan
Gunung Papandayan

Semesta seakan mendukung gerak langkah kaki dan keinginan kami. Langit membiru dan udara tampak cerah, secerah hati kami saat menatap sedikit lukisan ciptaan Tuhan. Kali ini, cinta sungguh tumbuh dalam diam. Menatap teramat dalam sekeliling Gunung Papandayan. Sedalam kawah-kawahnya, sedalam jurang-jurangnya, dan sedalam lembah-lembah gelapnya.

Dalam diam di Danau Baru ini, seakan cinta berpadu dengan waktu. Menginginkan baring dalam peluk. Peluk yang dingin, yang menyublim dalam beku, dalam selimut kabut dan rona jingga lembayung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *