Menikmati Perayaan Waisak Borobudur

Menikmati Perayaan Waisak Borobudur

Maret 23, 2016
Tak Berkategori

Negeri kita tercinta ini memiliki banyak suku dan agama membuat Indonesia memiliki keberagaman yang unik. Salah satunya adalah perayaan Waisak yang tiap tahunnya di pusatkan di daerah Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah. Perayaan Waisak Borobudur inilah yang membuat banyak turis domestic dan mancanegara ingin menyaksikannya.

Untuk kembali mengingat sejarah yang kita pelajari semasa sekolah dulu, Candi Borobudur di bangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra (824 M). Candi Borobudur ini memang selalu menjadi tempat perayaan hari suci agama Buddha, yaitu Waisak. Perayaan Waisak di Candi yang berusia lebih tua 300 tahun dari Angkor Wat tersebut selalu menarik ribuan umat Buddha dari berbagai negra dan juga wisatawan yang khusus dating untuk melihat ritual sacral dan mengesankan.

Monumen Buddha terbesar di dunia dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang, dan 1 stupa induk adalah pesona warisan budaya yang sungguh berharga dan layak disambangi. Waisak dirayakan sekali setiap tahunnya, yaitu setiap bulan purnama di bulan Mei atau Purnama Sidhi.

Menikmati Perayaan Waisak Borobudur
Menikmati Perayaan Waisak Borobudur

Jika anda berencana menghabiskan liburan sambil menyaksikan Perayaan Waisak Borobudur, mungkin anda perlu mengetahui apa saja ritual yang biasa di lakukan saat Waisak? Berikut ini penjelasan lengkapnya.
1. Ritual Pindapata
Para biksu dan biksuni akan menyusur jalanan di daerah Magelang. Mereka akan melantunkan kidung pujian di sepanjang jalan sambil menerima berbagai pemberian yang telah disiapkan umat Buddha di sepanjang jalan yang mereka lalui, pemberian biasanya berupa bahan makanan, uang, dan kebutuhan sehari-hari.
2. Pengambilan Air Suci dari Umbul Jumprit disemayamkan di Candi Mendut
Umbul Juprit merupakan salah satu sumber air yang berlokasidi Kecamatan Ngadirejo, Temanggung. Biksu akan mengambil air suci dari sumber air tersebut untuk selanjutnya membawa air suci tersebut ke Candi Mendut.
3. Pengambilan Api Alam dari Grobogan, Purwodadi dan disemayamkan di Mendut.
Api Alam Grobogan ini disebut sebagai Api Abadi, merupakan sebuah fenomena alam, keluarnya gas alam dari dan tersulut api, membuatnya tak pernah padam. Api melambangkan semangat manusia untuk terus merindukan pencerahan dalam hidupnya. Api Abadi ini akan disemayamkan di Candi Mendut, keesokan harinya akan di bawa ke Candi Borobudur.
4. Detik-detik Waisak
Pada saat detik-detik Waisak, umat Buddha akan berkumpul di tenda masing-masing, dan para biksu baik local maupun biksu yang berasal dari mancanegara biasanya menempati tenda utama. Saat detik Waisak, maka kepala biksu atau bante akan merapalkan mantera sesuai dengan bahasa mereka masing-masing secara bersamaan.
5. Membawa Air Suci dan Api Abadi ke Candi Borobudur
Air Suci dan Api Abadi yang ditempatkan di Candi Mendut akan dibawa oleh rombongan biksu dari Candi Mendut ke Candi Borobudur. Rombongan biksu akan berjalan kaki diiringi dengan arakan persembahan yang biasanya berupa buah-buahan dan sayur-sayuran.
6. Ritual Pradaksina
Ritual Pradaksina merupakan puncak penghormatan tertinggi kepada Sidharta Gautama, ditandai dengan mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali dan searah dengan jarum jam. Ritual ini berlangsung dari jam 6 sore sampai selesai, setelah itu akan diikuti dengan pelepasan 1000 lampion.
7. Pelepasan 1000 Lampion
Semua orang diijinkan untuk mengikuti ritual yang satu ini, pengunjung biasa juga bias ikut melepaskan lampion dengan terlebih dahulu memberikan sumbangan sesuai jumlah yang ditentukan. Ritual ini menjadi sebuah symbol suci, symbol untuk melepaskan energy negative, melepaskan amarah, dengki dengan segala macam hal negative lainnya yang ada di dalam diri manusia. Pelepasan lampion ini merupakan ritual penutup dari rangkaian 7 ritual Suci Waisak di Candi Borobudur.
Keindahan dan kesacralan akan menyentuh siapa punterutama saat ribuan lampion-lampion yang kontras dengan pekat langit malam tersebut mengngkasa, mengantarkan doa dan harapan jemaat kepada Tuhan. Sungguh sebuah pengalaman spiritual yang kesannya tak cukup diwakilkan dengan kata-kata dan bahkan foto sekalipun. Ayo datang dan saksikan moment Waisak Borobudur tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *