Raja Ampat

Raja Ampat, kepulauan yang kaya pulau!

Oktober 6, 2015
Blog

Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku. Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia – Belanda.

Di Kabupaten Raja Ampat, ada 88 kampung dan 10 distrik, yang merupakan daerah pemekaran Kabupaten Sorong. Luas wilayah Kabupaten Raja Ampat mencapai ± 46.000 km2­. Sebanyak 6000 km2 adalah daratan, 85% sisanya dalah lautan. Wow! Kurang lebih ada 610 pulau, yang berpenghuni hanya sekitar 35 pulau saja. Sisanya belum dihuni, tapi sudah punya nama, tapi ada juga beberapa yang belum memiliki nama. Ada 4 gugusan pulau terbesar di sini, yaitu Pulau Misool, Pulau Salawati, Pulau Batanta, dan Pulau Waigeo.

Raja Ampat
Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat merupakan daerah yang termasuk dalam Segitiga Karang ( Coral Triangle). Bagi yang belum tahu, Coral Triangle adalah kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia. Negara yang termasuk dalam Coral Triangle adalah Indonesia, Filipina, Malaysia, Papua New Guinea, Jepang, dan Australia.

Diperkirakan ada 1.070 lebih spesies ikan di Kepulauan Raja Ampat. Tentu saja ada ikan – ikan unggulan yang laku di pasaran. Contohnya, ikan tuna, cakalang, tenggiri, kerapu, napoleon wrasse, kakap merah, teripang, udang, serta lobster yang melimpah ruah di sana. Jadi jangan heran, penduduk Kepulauan Raja Ampat sebagian besar berprofesi sebagai nelayan.

Selain itu di sana juga dilakukan budidaya mutiara dan rumput laut yang mampu menjadi komoditi ekspor, dan dijual ke Australia, Selandia Baru, Cina, dan Jepang. Ada pula penduduk yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan kelapa dalam, di Pulau Pam, Kofiau, dan Salawati. Bahkan beberapa pulau mempunyai potensi pertambangan emas, batu bara, migas, nikel, dan kawan – kawan tentunya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *