Telaga Warna

Romantisme Telaga Warna Dieng

Oktober 19, 2015
Blog

Romantisme yang tersembunyi, mungkin itu kalimat yang paling tepat untuk menggambarkan keadaan telaga warna. Telaga ini dikelilingi oleh gugusan beberapa bukit  dan masuk dikawasan cagar alam atau balai konservasi. Dataran Tinggi Dieng adalah sepotong keindahan dunia yang tak akan ada habisnya untuk dinikmati. Dan Telaga Warna adalah salah sabtu obyek yang ada di Dieng.

Telaga Warna
Telaga Warna

Telaga ini didominasi warna hijau agak tua, hijau muda dan gradasi sampai agak coklat, Untuk masuk di lokasi ini pengunjung dapat melewati gerbang yang didesain natural dengan tempelan batu-batu alam. Kita dapat menikmati berjalan kaki disisi telaga ini dengan naungan pohon akasia yang mendominasi tepian telaga, serta aroma bunga mimoza yang mengharumkan suasana dan menjadi penyegar nafas siapa saja yang berkunjung kesana.

Trip ke Dieng kali ini akan menjadi trip yang akan selalu anda kenang. Anda bisa menikmati Telaga Warna yang luar biasa ini dari atas bukit Sidengkeng atau bisa juga dari Batu Ratapan Angin. Anda dapat merasakan embun-embun mulai menyapa ilalang. Menyambut pagi buta di puncak para dewata dengan gigil bebatu kekal di percandian yang bisu. Kemudian perlahan matahari menyeruput lembut Telaga Warna. Membias kilau diantara hijau airnya.

Telaga Warna memang sudah menjadi tujuan favorite dari dahulu kala baik untuk kalangan tourist luar negeri maupun wisatawan lokal. Warna-warna yang indah terpadu menjadi gradasi teramat sempurna apalagi saat matahari mulai memancarkan cahayanya di permukaan telaga. Apabila anda menyaksikan dari dekat beberapa sudut telaga masih ada gelembung-gelembung yang sangat mungkin berasal dari bagian dalam telaga yang merupakan mata air dan sedikit bercampur dengan belerang yang apabila terkena sinar mata hari akan memantulkan cahaya yang berwarna-warni.

Soal penyebab terjadinya warna ini memang masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa didalam telaga ini terdapat kandungan logam mulia, ada juga yang mengatakan dikedalaman telaga terdapat sulfur yang apabila terkena cahaya akan memantulkan cahaya yang berwarna warni, sedangkan kepercayaan mitos  cerita turun temurun, dulunya air telaga yang bening ini menjadi tempat mandinya Dewi Nawang Wulan, sampai suatu ketika ada kain selendang pelangi yang dipakai para bidadari ini tertinggal dikedalaman dan menjadikan  air yang semula bening tersebut menjadi berubah warna warni hingga sekarang ini.

Telaga seluas lebih dari 39 Ha ini menyimpan banyak cerita nasehat luhur yang patut untuk jadikan pengaya informasi bagi setiap pengunjung yang melakukan trip ke Telaga Warna Dieng. Seperti adanya beberapa goa yang ada didalam komplek telaga ini seprti goa Sumur, goa Jaran dan goa Semar. Goa-goa tersebut masih sering dikunjungi orang untuk melakukan meditasi ataupun untuk keperluan lain, sedangkan di dalam goa sumur terdapat air yang sangat disucikan oleh sebagian besar masyarakat Bali yang memiliki keterkaitan keturunan dengan masyarakat Dieng. Air ini sering disebut Tirta Perwita Sari atau air kehidupan. Akan tetapi tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam goa ini kecuali sudah ijin dan diantar oleh juru kunci gunung Dieng.

Keramahan senyum penduduk desa akan menambah kehangatan trip anda. Semilir angin yang melintasi lembah membawa wewangi pucuk-pucuk teh yang ada disana. Nikmati tangkup demi tangkup keindahan Pegunung Dieng dan biarkan paru-paru mencumbu bening ke udara. Membuat hati ingin selalu ada disini, romantisme yang tersembunyi, menikmati indah Sang Maha Indah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *