Raja Mantang

Suku di Pulau Lombok

Maret 18, 2016
Blog

Mungkin banyak diantara kalian yang belum banyak mengenal tentang pulau yang satu ini. Banyak hal yang menarik untuk dibicarakan mengenai kehidupan di Pulau Lombok, khususnya mengenai sejarah asal usul masyarakat, Suku Sasak, keyakinan dan agama, hingga objek wisata yang di tawarkan dan masih banyak lagi yang bisa dikupas tentang Pulau Lombok.

Lombok adalah sebuah pulau di kepulauan sunda kecil atau Nusa Tenggara yang dipisahkan oleh Selat Lombok dari Bali disebelah Barat dan Selat Alas disebelah Timur dari Sumbawa. Pulau Lombok memiliki luas 4.725km² (sedikit lebih kecil daripada Bali) dan terdiri dari empat Kabupaten dan satu Kotamadya, yaitu

– Kabupaten Lombok Barat

– Kabupaten Lombok Utara

– Kabupaten Lombok Tengah

– Kabupaten Lombok Timur

– Kotamadya Mataram (Sebagai Ibu Kota NTB)

Pemetaan Pulau Lombok didominasi oleh stratovolcano Gunung Rinjani, yang mencapai tinggi 3.726m (12.224 kaki), yang membuat Gunung Rinjani menjadi gunung tertinggi ketiga di Indonesia. Gunung Rinjani adalah gunung terindah di Indonesia dan se-Asia Tenggara. Keheningan dan keindahan Gunung Rinjani membuat semua pendaki yang datang akan selalu ingin kembali.

Dalam total area Pulau Lombok sebesar 4.752km2 ini 85% adalah suku Sasak, yang awalnya diperkirakan berpindah dari Jawa pada awal abad sebelum Masehi. Penduduk lain 10-15% adalah orang Bali, dengan selebihnya adalah orang Cina, Arab, Jawa dan Sumbawa.

Kalian pasti pernah mendengar istilah Lombok Pulau Seribu Masjid, apakah kalian tau cerita dibalik istilah itu? Sebelum penyebaran agama Islam datang ke Pulau Lombok, masyarakat Lombok percaya akan adanya roh-roh nenek moyang (animisme) mereka juga percaya setiap benda memiliki kekuatan gaib (dinamisme). Semenjak populasi suku Sasak mempelajari Islam, pemandangan di Pulau Lombok mulai banyak dipenuhi dengan Masjid-masjid dan menaranya, dan di desa tradisional suku Sasak, anda bisa menemukan kehidupan pedesaan dengan budayanya yang unik.

Jika diperhatikan secara fisik, suku Sasak ini lebih mirip orang Bali dibandingkan orang Sumbawa. Dari aspek ini bisa jadi orang Sasak berasal dari Bali. Dan jika dibaca kembali sejarah peradaban orang Bali bisa jadi berasal dari Jawa.

Berikut ini adalah foto-foto sejarah koleksi Tropen Museum Royal Tropical Institut sekitar abad 18-19, yang memuat kehidupan sosial masyarakat Pulau Lombok di zaman kolonial Belanda:

Raja Lombok
Raja Lombok

 

Raja Mantang
Raja Mantang

 

Suku di Lombok
Suku di Lombok

 

Suku di Lombok
Suku di Lombok

 

Suku di Lombok
Suku di Lombok

 

Gendang Beleq Lombok
Gendang Beleq Lombok

Selain beragamnya jumlah etnik, budaya, bahasa dan agama, Pulau Lombok juga menyimpan kekayaan wisata alam semesta. Pantai dan ribuan gili-gili yang eksotis, indah menawan dengan pasirnya yang putih dan deburan ombak kecilnya yang sayang bila dilewatkan. Serta surga bawah laut pulau Lombok tempat bertemunya para divers dari seluruh mancanegara.

Wisata alam tak hanya pantai, di Lombok juga dapat ditemukan beberapa air terjun yang sangat indah, air yang jatuh dengan ketinggian sangatlah eksotis dan menenangkan perasaan siapa saja yang melihatnya. Selain itu ada juga yang tidak pernah dilupakan oleh semua orang yaitu Gunung Rinjani yang menjadi icon Pulau Lombok. Gunung Rinani memang cantik dan serasi dengan alam kehidupan warga di lerengnya. Sepantasnya apabila alam dan budayanya di anggap oleh Conversation Internasional dan National Geographic Travellers sehingga Taman Nasional Gunung Rinjani menjadi salah satu pemenang Legacy Award untuk kategori Destination Stewardship pada tahun 2004.

Masih belum habis disitu juga, karena membahas tentang Pulau Lombok memang tidak akan ada habisnya. Kita akan bicarakan tentang Kebudayaan, Adat Istiadat, Wisata Sejarah, Kehidupan Spiritual, Kehidupan Sosial, dan lain-lainnya yang kami tulis di postingan berikutnya.

Demikian penjelasan singkat mengenai Pulau Lombok. Semua data yang ada dalam tulisan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan informasi dari para pembaca sekalian sebagai bahan masukan dan koreksi. Dengan harapan bahwa pariwisata Pulau Lombok semakin meningkat dan bermanfaat untuk masyarakat local maupun pengunjung wisata lainnya dan sejarah masa lalu dari Pulau Lombok menjadi kian jelas dan bisa lebih membangkitkan kecintaan setiap generasi muda Indonesia, khususnya putra-putri Lombok.

Mengingat pesan dari Bapak Proklamator kita Ir. Soekarno “Jangan sekali-kali melupakan sejarah” dengan ini semoga kita tetap bisa melestarikan kepedulian terhadap sejarah dan kenangan masa lalu. Karena dengan begitu kita pun telah melestarikan hidup dan kehidupan. Ayo, datang ke Pulau Lombok! Kenali alam budayanya dan pahami sejarahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *